Silahkan cari di sini

Daftar Isi

Kami selalu membuka kesempatan bagi penulis baru yang ingin mengembangkan ketertarikannya dalam dunia tulis menulis. Namun, kami juga sangat selektif dalam menerima naskah.
Kami hanya menjalin relasi dengan penulis yang benar-benar dapat dan ingin bekerja secara profesional.
Kami terbuka dalam menerima naskah, baik fiksi maupun non fiksi, sesuai dengan ketentuan dan syarat yang sudah kami tetapkan.
Jika kami tertarik dengan naskah Anda, kami akan segera menindak lanjuti melalui email dalam waktu 2 - 3 Minggu.
Kami sangat menghargai tulisan Anda .
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Salah satu Penerbit Online yang ada di Indonesia. Bertujuan menjembatani bagi penulis untuk mempublikasikan hasil karya Intelektual melalui media cetak berupa buku. Apakah Anda seorang penulis? dan kebingungan mencari penerbit untuk menerbitkan naskah Anda? Tidak Perlu Cemas. Kehadiran Kami adalah Solusi Terbaik Masalah Anda untuk mempublikasikan Hasil Karya Intelektual, untuk semua pembaca di seluruh Indonesia dan Dunia...!

Cara Menulis Surat Pengantar yang Baik

Minggu, 01 Mei 2011

Setelah sebelumnya membahas tentang bagaimana menulis sinopsis dan bio data, bahasan kali ini adalah membahas surat pengantar (cover letter). Surat pengantar ini adalah elemen yang sangat penting jika Anda ingin mengirimkan naskah kepada suatu penerbit. Surat ini adalah yang pertama kali dan pasti pertama kali dibaca seorang editor pada waktu menerima suatu naskah. Surat ini akan memberikan impresi pertama pada naskah Anda. Sebagai contoh, bayangkan Anda adalah seorang editor dan Anda menerima naskah dengan surat pengantar seperti "Hi, ini naskah gue." Apa yang akan ada di dalam otak Anda sebagai editor kalau menerima surat pengantar seperti ini. So what?!? Kalau editornya baik hati, ia masih mau membaca naskah Anda, tapi kalau ia super sibuk, ia mungkin akan membaca naskah Anda sambil lalu. Kecuali naskah Anda benar-benar impresif, besar kemungkinan naskah Anda akan masuk tong sampah.

Jadi, camkan bahwa surat pengantar naskah sama sekali bukan hal sepele. Ia dapat membantu naskah Anda diterima penerbit atau malah membuat naskah Anda ditolak penerbit. Anda harus membuat surat pengantar dengan benar kalau ingin naskah Anda diterima. Surat pengantar yang baik memang tidak menjamin naskah Anda diterima, tetapi surat pengantar yang tidak karuan memperbesar peluang editor tidak membuka naskah Anda sama sekali.

Berikut ini adalah tips-tips yang harus Anda perhatikan untuk membuat surat pengantar yang baik dan benar.

  1. Gunakan bahasa formal. Tunjukkan bahwa Anda adalah seorang penulis profesional. Walaupun naskah yang Anda tulis memiliki tema yang ngepop, tetap tulis dengan bahasa formal.
  2. Gunakan format surat formal, seperti kepala, badan dan penutup surat.
  3. Tuliskan kata-kata dengan kalimat sopan. Bagaimanapun Anda harus menunjukkan etiket dalam berkirim surat.
  4. Tuliskan seluruh isi surat secara singkat. Editor adalah orang yang sibuk, jadi jangan berpayah-payah berbasa-basi.
  5. Tujukan kepada editor yang bersangkutan secara langsung bila Anda mengetahui namanya.
  6. Tuliskan tujuan Anda dengan jelas, apakah Anda memasukkan naskah untuk lomba, atau apakah Anda memasukkan naskah untuk diterbitkan, atau lainnya. Setiap surat yang ditulis tentu memiliki tujuan.
  7. Jelaskan siapa diri Anda secara singkat. Tidak perlu panjang lebar menjelaskan setiap prestasi menulis Anda. Editor bisa membacanya di bio data. Anda dapat menjelaskan latar belakang penulisan Anda yang sesuai dengan isi naskah.
  8. Jelaskan tentang naskah Anda secara singkat. Misalnya latar belakang penulisan dan keunggulan naskah Anda dibanding naskah lain yang sudah terbit.
  9. Tuliskan penutup surat yang standar. Cukup "Terima kasih". Tidak perlu merayu editor berlebihan. Editor sudah eneg setiap hari membaca tulisan. Tidak akan mempan.
  10. Jika Anda menulis surat pengantar via email, tetap gunakan format surat formal. Mengirim surat via email bukan alasan untuk menulis seenak jidat seperti Anda menulis email untuk teman. Jangan lupa, tuliskan subyek email yang jelas.

Intinya surat pengantar adalah menjelaskan tujuan dikirimnya naskah, siapa diri Anda, dan seperti apa naskahnya. Dengan menuliskan surat pengantar yang baik dan benar, sebenarnya Anda juga menghargai hasil karya Anda sendiri. Bayangkan siapa orang tua yang tidak bangga saat mengenalkan anaknya? Cara Anda menulis surat pengantar menunjukkan bagaimana Anda menghargai karya Anda sendiri. Jika Anda tidak melakukannya, bagaimana Anda mengharap orang lain (dalam hal ini editor) untuk melakukan hal yang sama.

Jadi setelah membaca artikel ini, jangan sampai Anda menuliskan "Hi, ini naskah gue." SO WHAT!!!




oleh Didik Wijaya
Copyright by Penerbit Buku Fajar Satria

Baca Selengkapnya...

Cara Menulis Biodata yang Baik

Setelah sebelumnya saya menulis tentang panduan cara menulis sinopsis yang baik, kali ini giliran panduan tentang cara menulis bio data yang ikut serta dikirimkan bersama naskah ke penerbit. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa masih banyak yang membuat bio datanya sendiri dengan seadanya, cuma sebagai pelengkap persyaratan pengiriman naskah. Padahal banyak keputusan mengenai diterbitkannya suatu naskah dipengaruhi oleh bio data penulisnya. Nah, tulisan ini akan membahas bagaimana membuat bio data penulis dengan baik dan benar

Sebenarnya untuk menulis bio data tidak ada yang sulit, karena materinya jelas-jelas sudah ada karena merupakan kehidupan Anda sendiri. Namun kesalahan terbesar hampir semua orang adalah menuliskannya dengan cara sama seperti waktu ia melamar pekerjaan biasa. Banyak orang yang hanya sekedar mengkopi dari resumenya. Harus diingat bahwa bio data ini digunakan untuk memuluskan langkah Anda menjadi penulis. Maka tentu saja isinya pun harus berkaitan dengan hal tersebut.

Tanpa banyak bicara panjang lebar lagi, berikut ini adalah tips umum untuk menuliskan bio data Anda:

  1. Jujur. Ini adalah salah satu elemen terpenting pada saat menuliskan bio data. Sekali Anda tidak jujur dan ketahuan maka kemungkinan besar Anda akan dimasukkan dalam daftar hitam penerbit. Jangan pula melebih-lebihkan fakta yang ada.
  2. Tuliskan apa yang relevan dengan karir Anda sebagai penulis atau relevan dengan isi buku yang Anda tulis. Misalnya Anda menulis topik tentang bonsai, Anda dapat mencantumkan jabatan Anda di perkumpulan bonsai, pengalaman Anda menekuni bidang bonsai atau pengalaman Anda mengikuti kejuaraan bonsai. Tapi kalau Anda menuliskan pendidikan atau karir Anda di bidang teknik, tentu hal ini malah membuat editornya geleng-geleng kepala dan tidak percaya pada apa yang Anda tulis.
  3. Format penulisan biasanya tidak mengikat. Mau dibuat dengan sistem tabel, narasi atau apa saja biasanya penerbit tidak memersoalkan, yang penting jelas dan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
  4. Jangan terlalu banyak menuliskan biodata sampai berlembar-lembar. Cukup satu atau maksimal dua lembar.


Berkaitan dengan poin no 2, beberapa hal tentang apa yang perlu dicantumkan dan yang tidak dicantumkan di dalam bio data dapat dilihat di bawah ini:

  • Data pribadi. Data ini tentu harus dicantumkan, yaitu nama, alamat dan kontak. Sediakan sebanyak mungkin kontak sehingga memudahkan penerbit untuk menghubungi Anda. Bila Anda memiliki website, blog, email silakan dicantumkan.
  • No rekening. Cantumkan hanya apabila penerbit mensyaratkannya.
  • Latar belakang pendidikan, dan pengalaman kerja. Cantumkan secara detail hanya apabila relevan dengan isi buku Anda. Jika tidak relevan tetapi tetap ingin mencantumkan, tuliskan hanya sekilas saja.
  • Pengalaman berorganisasi. Walaupun tidak relevan dengan isi buku, kadangkala bila Anda memiliki banyak teman dan tergabung suatu komunitas tertentu (apalagi bila Anda menjadi pengurus aktif di dalamnya) juga bisa menjadi nilai tambah bagi bio data Anda. Kalau sama dengan topik buku lebih baik lagi.
  • Pengalaman menulis. Jika Anda sudah pernah menulis buku, atau menulis artikel di majalah cantumkan hal tersebut dan judul-judulnya. Ini akan menjadi nilai tambah bagi Anda, apalagi kalau buku sebelumnya termasuk buku laris.
  • Penghargaan yang pernah diterima. Jika Anda pernah mendapatkan penghargaan di bidang yang Anda tulis sebagai buku atau memenangkan sayembara penulisan cantumkan hal tersebut.
  • Foto. Tidak menjadi keharusan. Jika Anda merasa pede dan yakin foto Anda tidak membuat enek penerbitnya silakan dilampirkan.
  • Fotokopi ijazah, sertifikat dan piagam. Tidak perlu dilampirkan karena hanya akan membuang uang fotokopi Anda.

Semoga artikel ini bisa menjadi panduan Anda untuk membuat bio data yang profesional. Amin...



oleh Didik Wijaya

Copyright by Penerbit Buku Fajar Satria

Baca Selengkapnya...

Cara Menulis Sinopsis yang Baik

Penerbit yang menerima naskah untuk diterbitkan biasanya mensyaratkan naskah yang dikirim disertai oleh sinopsis. Banyak penulis kadang cuek dengan penulisan sinopsis dan menulis sinopsis seadanya. Padahal itu sangat merugikan dirinya sendiri. Nah di dalam artikel ini kita akan membahas sebenarnya apa itu sinopsis, apa peran sinopsis dan bagaimana menulis sinopsis yang baik.

APA ITU SINOPSIS
Anda tentu pernah membeli buku di toko buku kan? Nah, tahu sendiri kan bagaimana susahnya mencari buku yang diinginkan di antara tumpukan buku yang ribuan jumlahnya di toko buku. Kita tentu akan mencari buku yang sesuai dengan minat dan kebutuhan kita. Kita akan kesulitan jika harus membaca seluruh isi buku satu persatu. Itulah fungsi sinopsis yang ada di belakang cover buku. Sinopsis tersebut memberikan gambaran sekilas dan menyeluruh terhadap isi buku sehingga kemudian Anda dapat menentukan apakah Anda akan membaca lebih lanjut isi buku tersebut.

Apakah Anda pernah membuat skripsi? Di awal skripsi selalu dibuat ringkasan eksekutif (executive summary) yang biasanya hanya berkisar 1/2-1 halaman. Seperti namanya ringkasan ini dibuat untuk para eksekutif, misalnya dosen penguji, yang terlalu sibuk atau tidak sempat membaca semua naskah. Benar kan, mana ada dosen penguji yang membaca seluruh isi skripsi sampai titik komanya. Ringkasan itu akan memberi gambaran pada para eksekutif itu seperti apa sebenarnya isi skripsi tersebut. Sama seperti sinopsis.

FUNGSI SINOPSIS
Fungsi sinopsis yang Anda kirimkan beserta naskah kepada penerbit juga demikian, sama seperti ringkasan eksekutif pada skripsi. Penerbit menerima ratusan bahkan ribuan naskah yang harus dibaca dan diteliti setiap hari. Dari membaca sinopsis, editor akan tahu setidaknya gambaran isi naskah tersebut. Boleh dibilang sinopsis menjadi gerbang awal yang menentukan naskah Anda selanjutnya akan dibaca atau tidak oleh editor yang bersangkutan. Dari sinopsis, editor dengan mudah akan tahu apakah naskah yang dikirimkan sesuai dengan visi dan misi penerbitannya atau tidak. Fungsi sinopsis akan makin besar pada penerbit skala besar. Jadi walaupun sepele sinopsis ini sangat besar fungsinya.

Dengan adanya sinopsis kerja editor yang memeriksa naskah juga akan lebih cepat. Tentunya ini berpengaruh pada karir Anda sebagai penulis. Dengan jawaban yang lebih cepat dari penerbit, entah itu diterima atau tidak, tentu akan sangat membantu langkah Anda selanjutnya.

TIPS MENULIS SINOPSIS YANG BAIK
Setelah kita tahu peran dan fungsi sinopsis, sekarang kita akan membahas bagaimana menulis sinopsis yang baik. Di bawah ini ada beberapa tips yang dapat menjadi acuan:

Sinopsis sebaiknya tidak lebih dari satu halaman. Sepertinya mudah menulis sinopsis satu halaman daripada menulis satu novel. Jika Anda sudah mencobanya, mungkin Anda akan berpikir sebaliknya. Bahkan jika Anda dapat menceritakan seluruh isi naskah Anda dalam satu paragraf saja, itu lebih baik.
Jangan menulis sinopsis dengan bentuk seperti resensi. Sinopsis berbeda dengan resensi. Sinopsis secara obyektif menceritakan isi buku, sedangkan resensi adalah ulasan tentang buku yang berisi pendapat pribadi tentang kelebihan dan kekurangan suatu buku. Editorlah yang akan menilai naskah Anda, bukan Anda.
Berbeda dengan resensi, sinopsis yang Anda kirimkan pada penerbit dapat menceritakan seluruh isi buku termasuk elemen-elemen penting yang dirahasiakan dan menjadi kejutan. Di dalam resensi, hal ini tidak dianjurkan karena akan merusak keasyikan membaca orang lain.
Jangan mencontoh mutlak sinopsis yang ada di cover belakang buku yang dijual di pasaran. Sinopsis yang ada di situ biasanya sudah tidak murni sinopsis karena sudah ada muatan promosinya. Sinopsis yang Anda kirimkan untuk penerbit adalah sinopsis yang menceritakan isi buku, tidak kurang tidak lebih.
Jangan gunakan bahasa sastra yang berbelit-belit. Gunakan bahasa formal yang memudahkan editor untuk memahami naskah Anda secara keseluruhan.
Pastikan keunggulan naskah Anda terdapat di dalam sinopsis. Apakah itu idenya, keunikan temanya, dll. Tentunya tidak dengan memuji-muji keunggulan tersebut, tetapi dengan menyatakan keunggulan tersebut secara obyektif.

Selamat membuat sinopsis



Oleh Didik Wijaya
Copyright by Penerbit Buku Fajar Satria

Baca Selengkapnya...

Waktu yang Baik untuk Menulis

Setiap orang diberi waktu yang sama setiap hari. 24 jam. Tidak kurang, tidak lebih. Namun tidak semua orang bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Termasuk kita yang menjadi seorang penulis, seringkali sulit sekali mendapatkan waktu luang untuk menulis. Terlebih kalau menulis bukan merupakan pekerjaan utama atau kita baru mengawali karir sebagai penulis. Kita seakan-akan selalu disibukkan oleh berbagai kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan, sehingga rasanya 24 jam sehari masih kurang. Kenyataannya, dengan beberapa langkah sederhana, Anda dapat mendapatkan waktu yang berharga untuk menulis, betapapun sibuknya Anda.

1. Kurangi menonton TV.
Anda mungkin tidak sadar betapa banyak waktu yang Anda habiskan di depan "kotak ajaib" yang siap membius Anda selama 24 jam non-stop. Anda akan mendapatkan banyak waktu luang dengan hanya mengurangi menonton TV. Waktu luang itu dapat Anda gunakan untuk menulis. Jika Anda membutuhkan hiburan, alih-alih menonton TV, nyalakan musik dan membaca. Hal ini akan lebih menunjang karir Anda sebagai penulis.

2. Bawalah buku jurnal atau notebook Anda kemana saja.
Jika Anda bepergian, Anda akan menemukan waktu-waktu luang yang biasanya terbuang percuma. Menunggu seseorang, di dalam perjalanan, menunggu antrian dokter, menunggu jam sekolah dimulai, menunggu anak selesai sekolah, dll. Waktu terbuang ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Daripada Anda bengong di jalan, atau suntuk sambil membaca majalah bulukan di tengah mengantri, yang mungkin beritanya sendiri sudah usang, Anda mungkin sudah bisa menghasilkan beberapa lembar tulisan.

3. Manfaatkan waktu dengan efektif. Gosip, jalan-jalan di mall, atau hang out berlebihan mungkin akan menghabiskan banyak waktu Anda. Sebagai penulis, Anda membutuhkan interaksi dengan banyak orang. Namun kurangilah aktivitas yang hanya menghabiskan waktu Anda dan tidak menghasilkan apapun bagi karir Anda sebagai penulis.

4. Disiplin membagi waktu dengan meluangkan waktu tertentu untuk menulis.
Misalnya di pagi hari, atau di malam hari, atau waktu apa saja yang Anda sukai. Konsekuensinya Anda harus berusaha agar Anda tidak terganggu oleh aktivitas lain di waktu menulis tersebut. Jika Anda mengalokasikan waktu di pagi hari, tuntaskan segala tugas Anda di malam sebelumnya. Persiapkan sarapan, pakaian untuk memulai hari dll di malam sebelum Anda tidur, sehingga sewaktu Anda bangun, Anda bisa berkonsentrasi sepenuhnya di pagi yang singkat untuk menulis.

Setelah Anda membaca artikel di atas, Anda tentunya akan dapat menerapkan tips sederhana di atas. Yang diperlukan hanya kemauan untuk melakukannya.


Oleh Didik Wijaya
Copyright by Penerbit Buku Fajar Satria

Baca Selengkapnya...

Tahapan untuk Menulis

Apabila saat ini Anda ingin memulai pekerjaan sebagai penulis, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara menulis dengan baik, efisien dan efektif. Ada banyak cara yang dapat digunakan seorang untuk bisa menulis. Setiap orang berbeda-beda. Namun pada prinsipnya dapat dibagi dalam 5 tahap kegiatan. Anda dapat mengikuti tahapan-tahapan ini, yang dapat berlaku untuk penulisan fiksi ataupun non-fiksi.

1. Tahap pertama adalah menentukan tema atau topik atau ide utama yang akan Anda tulis.
Anda sebaiknya menulis dalam bidang yang Anda kuasai. Alternatif lain adalah Anda dapat menulis bidang yang Anda kuasai. Jika sedang menulis fiksi Anda dapat menulis genre yang Anda sukai. Keuntungan apabila Anda menulis hal yang Anda sukai, Anda akan lebih enjoy dan lebih serius dalam menulis naskah tersebut. Sebenarnya Anda tidak dilarang untuk menulis di luar bidang yang Anda kuasai, tetapi Anda akan jauh lebih mudah menulis bidang yang Anda kuasai, dan pada akhirnya buku Anda akan jauh lebih cepat terbitnya. Baca juga artikel Mencari Ide, yang akan membantu Anda untuk mencari ide utama tulisan Anda.

2. Tahap kedua adalah melakukan riset.
Lakukanlah semua hal yang diperlukan untuk mendapatkan data yang Anda inginkan, dengan membaca, mencatat, observasi, mengkliping. Kumpulkan semua data dalam satu tempat. Sebaiknya Anda menggunakan jurnal. Organisasikan dengan rapi, agar dapat mudah dicari apabila diperlukan. Anda harus memasikan bahwa data yang Anda miliki valid dan akurat, sehingga apa yang Anda tulis dapat dipertanggung jawabkan. Apabila Anda menulis novel, dengan setting dan karakter yang sudah Anda riset, Anda memiliki karakter yang seakan-akan nyata.

3. Tahap ketiga adalah membuat kerangka atau outline dengan memilih topik atau ide mana yang akan Anda gunakan.
Beberapa penulis fiksi melewatkan tahap ini, atau cukup dengan membuat kerangka di luar kepala, mereka langsung menulis apa yang ada di kepalanya. Namun tidak semua orang bisa menulis dengan cara ini. Sebaiknya Anda tetap membuat kerangka atau outline ini supaya tulisan atau cerita Anda memiliki konsistensi dan alur yang baik. Anda akan dengan mudah melihat alur tulisan dengan hanya membaca kerangka.

4. Tahap keempat, tentu saja Anda harus menulis.
Carilah waktu untuk menulis. Kadang Anda akan banyak mengalami hambatan untuk menulis. Anda harus mengatasi hambatan ini, sehingga tulisan Anda selesai dalam waktu yang sudah ditentukan.

5. Tahap terakhir adalah membaca kembali tulisan Anda.
Jangan langsung mengirimkannya ke penerbit. Simpan terlebih dahulu beberapa waktu dan baca kembali. Anda akan terkejut sewaktu membaca sediri tulisan Anda. Revisi kembali apabila terdapat kesalahan, termasuk kesalahan ketik,gramatika, tata bahasa. Jangan segan untuk menulis ulang dengan ide baru yang lebih segar. Pastikan bahwa yang Anda kirimkan adalah yang terbaik, karena Anda akan dinilai berdasar pada apa yang Anda kirimkan.



Oleh Didik Wijaya
Copyright by Penerbit Buku Fajar Satria

Baca Selengkapnya...

Sumber Ide Menulis

Situasi paling mengerikan yang dialami oleh penulis adalah saat kepalanya kosong, blank, tidak memiliki ide tentang apa yang hendak ditulis. Mata nanar menatap halaman kertas atau layar komputer yang putih polos. Ide yang diharapkan tidak pernah mampir. Padahal sebenarnya ada banyak sumber-sumber ide yang tersedia di sekeliling Anda. Mungkin Anda hanya tidak menyadarinya dan melewatinya. Nah, di dalam tulisan ini ada beberapa sumber-sumber tempat mencari ide untuk tulisan Anda.

1. Buku, majalah dan media cetak lainnya
Buka perpustakaan pribadi Anda, cari buku yang menarik perhatian Anda dan baca. Ambil majalah, perhatikan setiap artikel. Pikirkan apa yang bisa Anda buat dari materi yang Anda baca itu. Cerita, puisi, artikel yang ada di sana bisa menginspirasi Anda

2. Obrolan
Rumpian, obrolan ringan atau kumpul-kumpul sesama teman arisan atau saudara bisa menjadi sumber ide yang dahsyat. Cuma jangan terlalu terbawa suasana, saking asyiknya ngerumpi, akhirnya Anda malah lupa tujuan semula

3. Bepergian
Keluarlah dari rumah Anda sementara waktu. Tidak perlu jauh-jauh. Kalau Anda punya uang dan bisa bepergian ke berbagai tempat yang eksotis itu lebih baik. Kalaupun tidak bisa cukup di dalam kota Anda. Cuma sekarang, gunakan cara bepergian yang lain. Kalau biasanya Anda naik mobil pribadi, kali ini cobalah naik angkutan umum. Sebisa mungkin jangan pergi ke mal, pergilah ke pasar seni, galeri, museum, dll. Perhatikan keunikan orang-orang di sekitar Anda. Anda akan menemukan ide tersebar di mana-mana.

4. Komunitas
Jika Anda ingin menulis di satu bidang tertentu, cara terbaik adalah bergabung dengan komunitas yang menekuni bidang tersebut. Dari diskusi antar sesama anggota komunitas akan terungkap problem, permasalahan dan solusi yang ingin dicapai. Hal tersebut bisa diangkat menjadi ide.

5. Mimpi
Tidak semua orang bermimpi waktu tidur. Tetapi bila Anda bermimpi apapun, kemungkinan isi mimpi itu bisa menjadi ide cerita Anda ketimbang Anda repot ke dukun mencari tafsirnya.

6. Diary atau jurnal
Bersyukurlah kalau dulu Anda rajin menulis diari atau jurnal. Buka kembali lembaran diari tersebut, baca kembali dan cari hal yang bisa menjadi ide tulisan.

7. Film
Beli atau pinjam film di rental. Cari film yang unik yang biasanya jarang Anda tonton. Pertimbangkan untuk menonton film yang menang di berbagai kompetisi. Tonton berkali-kali dan pikirkan apa yang bisa Anda buat dari film yang Anda tonton itu.

8. Televisi
Yang dimaksud televisi di sini, bukan tayangan televisi swasta di Indonesia yang amburadul, yang sinetronnya kalau nggak melotot dan teriak-teriak nggak puas. Tapi berbahagialah kalau televisi kabel masuk ke rumah Anda (bukan promosi), tapi di sana Anda bisa menonton Discovery Channel, atau National Geographic Channel. Mereka bisa menjadi sumber informasi bagi Anda.

9. Musik
Buka sampul kaset atau CD punya Anda, baca liriknya, resapi sambil mendengarkan lagunya. Lirik suatu lagu bisa menjadi inspirasi sebuah cerita

10. Internet
Internet adalah sumber informasi yang tidak ada habisnya. Luangkan waktu untuk mencari berbagai informasi di internet, usahakan saja supaya tidak tersesat.

Sebenarnya ide ada dimana-mana. Ide yang muncul saat Anda termenung, atau jongkok di kamar mandi (kok bisa ya:) sebenarnya muncul dari bawah sadar Anda, yang muncul dari akumulasi dari apa saja yang Anda lihat, rasakan sehari-hari. Buat kebanyakan orang, ide tidak datang dari langit. Maka dari itu, mendekatlah kepada sumber-sumber ide yang sudah disebutkan di atas.


oleh Didik Wijaya
Copyright by Penerbit Buku Fajar Satria

Baca Selengkapnya...